WeLcOmE My WeBsItE bY :DeNiE

top website nih....

TOP WEBSITE NIH...

Minggu, 29 Juni 2008

6. Kegunaan IP dan Subnetmask

Mengenal Internet Protokol ( IP )

Oleh Kurniawan Widiyanto

LabKomp SMK PGRI Pandaan

Januari 2005

Definisi

IP merupakan sebuah alamat host yang terdiri dari angka decimal 32 bit yang dipisahkan 3 titik tiap 8 bit nya, atau bisa dikatakan terdiri dari 4 oktet dan tiap oktetnya dipisahkan oleh titik. IP terdiri N (netid) dan H (host).
Contoh : 199.168.100.50 (N.N.N.H) (oktet1.oktet2.oktet3.oktet4)

N
N
N
H
199
168
100
50
Oktet 1
Oktet 2
Oktet 3
Oktet 4

Kelas IP

IP dibagi menjadi 4 berdasarkan kelas untuk memanagemant / mengetahui mana jaringan kecil dan mana jaringan yang besar

Kelas Biner Oktet Awal Dec Oktet Awal N / H Jumlah Netid Jumlah Host Golongan Jaringan Contoh
A 0 0 - 126 N.H.H.H 126 16.277.214 Besar
10.10.10.100
B 10000000 128 - 191 N.N.H.H 16.384 65.543 Sedang
172.16.100.200
C 11000000 192 - 223 N.H.H.H 2.097.152 254 Kecil
192.168.200.254
D 11100000 224 - 149 Multicast
E 11110000 150 - 255 Reserved

Jenis IP

  1. IP dibedakan menjadi 2 yaitu :
    IP Privat adalah IP yang bisa digunakan hanya sebatas local area saja
  2. alamat tersebut adalah :
    • Kelas A : 10.0.0.1 - 10.255.255.254
    • Kelas B : 172.16.0.1 - 172.31.255.254
    • Kelas C : 192.168.0.1 - 192.168.255.254

  3. IP Public adalah IP yang dapat digunakan oleh khalayak umum (publik) sehingga bisa diakses dari manapun (internet)

Subnet Mask

Merupakan tehnik untuk mengambil bit dari field/oktet hostid agar terbentuk suatu alamat jaringan netid / subnetid.
Subnet mask sama seperti halnya IP yaitu terdiri dari 32 bit. Angka digit 1 (satu) pada subnet mask menunjukkan bahwa bit tersebut adalah bagian dari netid (alamat jaringan) sedangkan Angka digit 0 menunjukkan bagian hostid (alamat host)

Subnet Mask Default

Subnet mask harus diberikan saat sebuah jaringan / saat IP dikonfigurasikan, walaupun tidak ada subnetting yang dipergunakan. Subnet mask default adalah sebagai berikut

Kelas Subnet Mask Dalam Bentuk Biner Jumlah bit
A
255.0.0.0 11111111.00000000.00000000.00000000
8 bit
B
255.255.0.0 11111111.11111111.00000000.00000000
16 bit
C
255.255.255.0 11111111.11111111.11111111.00000000
24 bit

Subnet mask ditentukan dengan memberikan nilai 1 pada bit yang bersesuaian dengan field / oktet Netid pada alamat kelas tersebut. contoh 255.0.0.0 adalah subnet mask yang salah bila digunakan untuk IP address kelas C. jadi kalau kita menggunakan IP kelas C, maka subnet mask yang kita gunakan adalah 255.255.255.0

Subnetting

subnetting merupakan mekanisme untuk menggunakan beberapa bit dalam field / oktet hostid sebagai sebuah subnetid. Jadi bisa dikatakan sebuah ip (host ) diambil untuk digunakan sebagai subnetid / sub jaringan
Tanpa subnetid (hanya menggunakan subnet mask default) Sebuah IP diinterpretasikan menjadi dua field yaitu : netid + hostid
dengan adanya subnetid maka interpretasinya menjadi 3 field yaitu : netid + subnetid + hostid

Delapan subnet mask umum yang sering digunakan :

Biner Desimal Keterangan
00000000
0
Yang digunakan untuk me-
nentukan subnetid adalah dimulai dari decimal 128 - 254
10000000
128
11000000
192
11100000
224
11110000
240
11111000
248
11111100
252
11111110
254

Contoh untuk kelas C :

Subnet Mask Dalam Bentuk Biner Jumlah bit
255.255.255.128
11111111.11111111.11111111.10000000
25
255.255.255.192
11111111.11111111.11111111.11000000
26
255.255.255.224
11111111.11111111.11111111.11100000
27
255.255.255.240
11111111.11111111.11111111.11110000
28
255.255.255.248
11111111.11111111.11111111.11111000
29
255.255.255.252
11111111.11111111.11111111.11111100
30
255.255.255.254
11111111.11111111.11111111.11111110
31

Jadi bila didapati penulisan IP seperti berikut :
192.168.0.100 / 25 maka subnet mask yang digunakan oleh ip tersebut adalah 255.255.255.128 (Kelas C)
192.168.0.100 / 24 maka subnet mask yang digunakan oleh ip tersebut adalah 255.255.255.0 (Kelas C)
172.20.150.150 / 18 maka subnet mask yang digunakan oleh ip tersebut adalah 255.255.192.0 (Kelas B)
172.20.150.150 / 16 maka subnet mask yang digunakan oleh ip tersebut adalah 255.255.0.0 (Kelas B)

Pembatasan Alamat IP

Beberapa alamat IP mempunyai penggunaan khusus yang sudah ditentukan fungsi-fungsinya dan tidak boleh digunakan sebagai IP address. IP yang mempunyai kegunaan khusus ini sebagian orang mengatakan sebagai IP spesial.

Adapun IP yang mempunyai kegunaan khusus ini adalah :

  • Netid dan hostid 0 (biner 00000000) difungsikan sebagai alamat jaringannya sendiri
  • Netid 127 (biner 01111111) digunakan sebagai IP Loopback. yang berfungsi memeriksa konfigurasi jaringan host. Paket atau pesan-pesan yang dikirimkan ke alamat ini tidak di kirim ke jaringan tatapi hanya dikembalikan lagi.
  • Hostid 255 semua binernya memiliki nilai 1 (11111111) difungsikan sebagai alamat broadcasting. yaitu bila suatu paket atau pesan dikirim ke alamat ini akan di kirimkan ke seluruh host dalam jaringan.

Syarat menentukan/konfigurasi IP pada komputer

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam mengkofigurasi IP, agar komputer tersebut bisa saling berkomunikasi :

  1. Jangan menggunakan IP Khusus seperti yang telah disebutkan diatas
    • Tidak boleh menggunakan netid / oktet pertama 0 (nol)
      Contoh : 0.10.10.200 atau 0.168.12.95
    • Tidak boleh menggunakan hostid / oktet terakhir 0 (nol)
      Contoh : 10.10.10.0 atau 192.168.12.0
    • Tidak boleh menggunakan IP loopback
      Contoh : 127.0.0.1 atau 127.100.10.10
    • Tidak boleh menggunakan hostid / oktet terakhir 255
      Contoh 192.168.255.255 atau 192.168.10.255 atau 10.10.10.255
  2. Jangan menggunakan IP yang sama dengan IP host lain
    Contoh : Komputer A IP nya 192.168.0.10 sedangkan Komputer B IP nya juga sama dengan IP Komputer A yaitu 192.168.0.10
  3. Jangan menggunakan nama komputer yang sama satu dengan yang lain
  4. Gunakan domain yang sama (untuk workgroup tidak harus sama)
  5. Bagi pemula sebaiknya gunakan subnet mask default

Menentukan Alamat Jaringan

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian Subnet mask dan subnetting bahwa subnet mask digunakan untuk memperoleh Alamat jaringan yang kita inginkan.
Alamat jaringan bisa kita kalkulasikan antara IP address dengan Subnet mask menggunakan operator AND (&)

Sebelum kita melakukan kalkulasi, perlu kita ketahui karakteristik dari operator AND (&) tersebut. Operan AND (&) akan bernilai TRUE (biner 1) apabila keduanya bernilai TRUE

  • Bila kedua nilai adalah TRUE maka hasilnyaTRUE
  • Bila salah satu adalahTRUE dan yang lainnya FALSE maka hasilnya FALSE
  • Bila kedua nilai adalah FALSE maka hasilnya adalah FALSE

Contoh :

Biner Ket
1 TRUE
1 TRUE
Biner Ket
1 TRUE
0 FALSE
Biner Ket
0 FALSE
1 TRUE
Biner Ket
0 FALSE
0 FASLE
1 TRUE
0 FALSE
0 FALSE
0 FALSE

Dec Biner
8 1000
3 0011
Dec Biner
3 0011
15 1111
Dec Biner
55 0110111
65 1000001
Dec Biner
25 11001
10 01010
0 0000
3 0011
1 0000001
8 01000

Diketahui :
  • IP = 192.168.32.212 / 24
Netid / Alamat Jaringannya dapat diketahui dengan menggunakan operan AND antara IP dg Subnet Mask :192.168.32.0
Desimal
Biner
IP
: 192.168.32.212 11000000.10101000.00100000.11010100
Subnet Mask
: 255.255.255.0 11111111.11111111.11111111.00000000 &
Netid adalah : 192.168.32.0 11000000.10101000.00100000.00000000

Diketahui :

  • IP = 192.168.5.190 / 28
Netid / Alamat Jaringannya adalah : 192.168.5.176
Desimal
Biner
IP
: 192.168.5.190 11000000.10101000.00000101.10111111
Subnet Mask
: 255.255.255.240 11111111.11111111.11111111.11110000 &
Netid adalah : 192.168.5.176 11000000.10101000.00000101.10110000

Mencari Jumlah Jaringan :

Menggunakan RUMUS : dimana n adalah biner yg dimask ( biner 1 ) pada field / oktet hostid

Mencari Jumlah Host/ Komputer Per Jaringan :

Menggunakan RUMUS : dimana n adalah biner yg tidak dimask ( biner 0 ) pada field / oktet hostid

Mencari Alamat Broadcast :

Cari dulu rentangnya dengan menggunakan RUMUS :
dimana n adalah biner yg tidak dimask ( biner 0 ) pada field / oktet hostid

EXAMPLE :

Diketahui :
  • IP = 192.168.5.191 / 25
Jumlah jaringannya adalah 2 dan jumlah host perjaringan adalah 126 sedangkan alamat broadcastnya : 192.168.5.255
Desimal
Biner
IP
: 192.168.5.191 11000000.10101000.00000101.10111111
Subnet Mask
: 255.255.255.128 11111111.11111111.11111111.10000000 &
Netid adalah : 192.168.5.128 11000000.10101000.00000101.10000000
*Dimasking *Tidak dimasking
Jumlah jaringan dengan subnet mask 192.168.5.128 (25 bit) adalah
Jumlah host perjaringan adalah
Dengan menggunakan rentang maka di ketahui rentangnya adalah 128 yaitu 0 - 127 dan 128 - 255

Jadi Jaringan 192.168.5.0 broadcastnya adalah 192.168.5.127
Sedangkakan IP 192.168.5.191 alamat jaringannya adalah 192.168.5.128 dengan alamat broadcastnya yaitu 192.168.5.255

Diketahui :

  • IP = 192.168.5.190 / 28
Netid / Alamat Jaringannya adalah : 192.168.5.176
Desimal
Biner
IP
: 192.168.5.190 11000000.10101000.00000101.10111111
Subnet Mask
: 255.255.255.240 11111111.11111111.11111111.11110000 &
Netid adalah : 192.168.5.176 11000000.10101000.00000101.10110000
*Dimasking *Tidak dimasking
Jumlah jaringan dengan subnet mask 255.255.255.240 (28 bit) adalah
Jumlah host perjaringan

Rentangnya adalah

Sehingga kita juga bisa mengetahui 16 alamat jaringan dan alamat broadcast yang lain

Jadi Alamat broadcast dari IP192.168.5.190 adalah 192.168.5.191

Netid
broadcast
0
15
16
31
32
47
48
63
64
79
80
95
96
111
112
127
128
143
144
159
160
175
176
191
192
207
208
223
224
239
240
255

Tidak ada komentar: